Sinergi kemanunggalan dalam pemulihan sarana pendidikan pasca-bencana hidrometeorologi: Program Latsitardanus XLVI di SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang
Collaborative efforts in the restoration of educational facilities following a hydrometeorological disaster: The 46th Latsitardanus Program at SDN 1 Tualang Cut, Aceh Tamiang

Penulis

##submission.downloads##

Abstrak

Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara ke-46 (Latsitardanus XLVI) Tahun 2026 merupakan agenda nasional tahunan yang secara strategis difokuskan pada pemulihan sarana pendidikan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang dengan melibatkan total 1.980 personel, yang terdiri atas 902 Taruna Akademi TNI (510 Taruna Akmil, 238 Taruna AAL, dan 154 Taruna AAU), 283 Taruna Akpol, 45 Taruna Poltek SSN, 292 Kadet Mahasiswa UNHAN, serta didukung oleh 458 unsur pendukung. Menggunakan pendekatan manajemen krisis terintegrasi yang terbagi dalam fase pra-pelaksanaan, implementasi, dan evaluasi, kegiatan ini memprioritaskan rehabilitasi SDN 1 Tualang Cut melalui pemulihan ruang kelas, pembersihan lingkungan, dan perbaikan fasilitas belajar guna menyinergikan pola pikir lintas institusi serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian masyarakat. Dengan tingkat efektivitas mencapai 90%, program ini berhasil merealisasikan target pemulihan secara optimal dalam waktu yang tersedia, yang tidak hanya memperkuat kemanunggalan antara taruna dan rakyat serta memberikan dorongan moral bagi warga terdampak, tetapi juga membekali para calon perwira dengan pengalaman profesional yang berintegritas dalam menjunjung tinggi semangat nasionalisme sebagai abdi negara.

Abstract

The 46th Taruna Wreda Nusantara Integration Exercise (Latsitardanus XLVI) in 2026 is an annual national event strategically focused on the restoration of educational facilities following hydrometeorological disasters in Aceh Tamiang Regency, involving a total of 1,980 personnel, comprising 902 cadets from the Indonesian National Defense Academy (510 Military Academy cadets, 238 Naval Academy cadets, and 154 Air Force Academy cadets), 283 Police Academy cadets, 45 SSN Polytechnic cadets, 292 Universitas Pertahanan Republik Indonesia student cadets, and supported by 458 support personnel. Using an integrated crisis management approach divided into pre-implementation, implementation, and evaluation phases, this initiative prioritized the rehabilitation of Public Elementary School 1 Tualang Cut through classroom restoration, environmental cleanup, and the repair of learning facilities to foster cross-institutional collaboration and cultivate a leadership spirit focused on community service. With an effectiveness rate of 90%, this program successfully achieved its recovery targets optimally within the available timeframe, which not only strengthened the bond between cadets and the people and provided moral support to affected residents, but also equipped future officers with professional experience grounded in integrity while upholding the spirit of nationalism as public servants.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama