Pelatihan kreasi konten dari kitab ulama Nusantara untuk santri Kota Batu
Content creation training based on the works of Indonesian scholars for Islamic boarding school students in Batu
##submission.downloads##
Abstrak
Dakwah adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menyebarkan makna moderasi beragama dengan pelaku utama seorang santri yang merupakan penerus ulama. Namun, banyak santri yang belum mampu mengaktualisasikan ajaran pesantren yang bersumber dari turats atau kitab ulama nusantara menjadi konten dakwah di media digital yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencetak konten kreator dari kalangan santri untuk menggencarkan dakwah digital berbasis moderasi beragama. Kegiatan ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengabdian yang diimplementasikan dalam bentuk pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 20-21 Mei 2023 di Ma’had Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu dengan jumlah peserta 50 orang dari perwakilan pondok pesantren dan Ma`had di Kota Batu. Pelaksanaan pelatihan ini mendapat predikat berhasil dengan persentase 66% peserta menjawab pelaksanaan pelatihan berjalan sangat baik, 88% peserta menjawab akan mengikuti pelatihan lanjutan jika ada program lagi, dan 60% peserta menjawab pelatihan konten kreator ini sangat efektif untuk digelar. Tim kegiatan pengabdian berharap agar pelatihan seperti ini bisa terus dilakukan untuk memberikan edukasi dakwah digital dan menyebarkan nilai moderasi kepada seluruh santri yang ada di nusantara.
Abstract
Da'wah is one of the efforts that can be made to spread the meaning of religious moderation, with the leading actor being a santri, the successor of ulama. However, many Santri have not been able to actualize the teachings of pesantren sourced from turats or books of archipelago scholars into da'wah content in digital media times. This activity aims to produce content creators from among santri to intensify digital da'wah based on religious moderation. This activity uses a quantitative method with a case study approach. The service, which was implemented in the form of training, was carried out for two days, on May 20-21, 2023, at Ma'had Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batu City with 50 participants from representatives of Islamic boarding schools and Ma'had in Batu City. The implementation of this training received a successful predicate, with a percentage of 66% of participants answering that the implementation of the training went very well, 88% of participants answered that they would take part in further training if there were another program, and 60% of participants answered that this content creator training was efficient to be held. The service activity team hopes that training like this can continue to be carried out to provide digital da'wah education and spread the value of moderation to all santri in the archipelago.
Abubakar, I., & Nabil, M. (2018). Kaum muda Muslim milenial: hibridasi kultural, konservatisme, dan tantangan radikalisme. Center for the Study of Religion and Culture, Pusat Kajian Agama dan Budaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Al-Farabi, M. (2021). Moderasi beragama dalam ajaran Islam. Kemenag Medan.
Bayu, D. (2022, February). Sebanyak 86,9% Penduduk Indonesia Beragama Islam. Dataindonesia.Id.
Dawing, D. (2017). Mengusung moderasi Islam Di tengah masyarakat multikultural. Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin Dan Filsafat, 13(2), 225-255. https://jurnal.uindatokarama.ac.id/index.php/rsy/article/view/266
Halimatussa’diah. (2014). Sejarah Perkembangan Dakwah. Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta, 1(2), 139-172. https://doi.org/10.54621/jn.v1i2.223
Hidayat, A. (2014). Penelitian Kualitatif (Metode): Penjelasan Lengkap.
Kementerian Agama RI. (2019). Tanya Jawab Moderasi Beragama (1st ed.). Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Listya. (2014). Indikator Keberhasilan Program. Unud.Ac.Id.
Mardiana, R. (2020). Daya Tarik Media Digital Sebagai Media Dakwah Untuk Generasi Milenial. KOMUNIDA : Media Komunikasi Dan Dakwah, 10(02), 148-158. https://doi.org/10.35905/komunida.v10i02.1373
Munawara, M., Rahmanto, A., & Satyawan, I. A. (2020). Pemanfaatan Media Digital untuk Dakwah Pesantren Tebuireng: Studi pada Akun Media Sosial tebuireng. online. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 14(1), 29-45. https://doi.org/10.24090/komunika.v14i1.3226
Nur, Dr. A., & Lubis, M. (2015). Konsep Wasathiyah Dalam Al-Quran;(Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Tahrir Wa At-Tanwir Dan Aisar At-Tafasir). Jurnal An-Nur, 4(2), 205-225. http://dx.doi.org/10.24014/an-nur.v4i2.2062
Nursatyo, & Masnah. (2019). The Attractiveness of Marketing Communication Messages in Sosial Media. Seminar Communication & Media Studies, 50–63.
Qasim, Dr. M. (2020). Membangun Moderasi Beragama Umat Melalui Integrasi Keilmuan (N. N. Ichiana, Ed.; 1st ed.). Alauddin University Press.
Ramdhani. (2020). Ulama Upayakan Pakai Media Sosial sebagai Medium Dakwah. Detik.Com.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sururin. (2014). KITAB KUNING: Sebagai Kurikulum di Pesantren.
Ummah, A. H. (2020). Dakwah digital dan generasi milenial (menelisik strategi dakwah komunitas arus informasi santri nusantara). Tasâmuh, 18(1), 54-78. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v18i1.2151
Hak Cipta (c) 2025 Luthfi Maulida Rochmah, Shella Natasya, Mohammad Ahsanuddin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







