Pembuatan biopack dari limbah kertas dan daun bagi ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan guru pendidikan anak usia dini
Making biopackaging from paper and leaf waste for women in the family welfare empowerment program and early childhood education teachers

Authors

Downloads

Abstrak

Berbagai pendekatan kreatif dapat dikembangkan untuk menekan timbulan sampah baik organik maupun anorganik. Disisi lain limbah kertas perkantoran/sekolah, dan tanaman berupa daun kering, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Biopack merupakan inovasi wadah berbahan karton yang dibuat dari campuran bubur kertas dan daun kering. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai kemasan ramah lingkungan, kerena mudah terdegradasi ketika dibuang ke tanah atau air setelah digunakan. Sampah kertas sekolah dan daun kering yang tersedia di wilayah Wanaasri Palembang memiliki potensi besar sebagai bahan baku biopack. Pemanfaatan potensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat khususnya PKK Rumah Cinta Dahlia Wanaasri dan Guru PAUD Permata Bunda sebagai penggerak dalam mendorong inovasi pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat menunjang terbentuknya usaha mandiri atau kewirausahaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan simulasi pembuatan biopack dengan metode ceramah dan simulasi. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner untuk menganalisis tingkat kebermanfaatan dan potensi keberlanjutan kegiatan. Dari hasil survei peserta kegiatan diperoleh bahwa 93% belum bisa melakukan daur ulang sampah kertas bekas dan daun, 63% masih membuang sampah kertas bekas dan daun ke tempat sampah, 93-100% peserta menilai kegiatan ini memberikan manfaat, menambah wawasan, pemahaman tentang pembuatan biopack sampah kertas berkas dan daun, dan menyukai produk biopack, serta mampu mempraktekannya dirumah. Lebih lanjut diharapkan Masyarakat wanaasri mampu memproduksi biopack sendiri, dan diterapkan bagi guru PAUD Permata Bunda sebagai media ajar pada proses kegiatan belajar mengajar, dan lebih lanjut dapat dikomersialisasi.

Abstract

Various creative approaches can be developed to reduce the generation of both organic and inorganic waste. On the other hand, office and school paper waste, as well as plant matter such as dry leaves, are still not being utilized optimally. Biopack is an innovative cardboard container made from a mixture of paper pulp and dry leaves. This product can be used as eco-friendly packaging because it easily degrades when disposed of in soil or water after use. School paper waste and dry leaves available in the Wanaasri Palembang area hold significant potential as raw materials for Biopack. Utilizing this potential is expected to increase public awareness, particularly among the PKK Rumah Cinta Dahlia Wanaasri and the teachers at PAUD Permata Bunda, as key drivers in promoting the innovation of waste management into economically valuable products that can support the establishment of community-based businesses or entrepreneurship. This community service activity was carried out through outreach and a biopack-making demonstration using lectures and hands-on simulations. The evaluation was conducted through a questionnaire to analyze the level of effectiveness and the potential for sustainability of the activity. Survey results from activity participants revealed that 93% were not yet able to recycle used paper and leaves, 63% still disposed of used paper and leaves in trash bins, and 93–100% of participants rated the activity as beneficial, noting that it broadened their knowledge and understanding of making biopack from used paper and leaves, and that they liked the biopack products and were able to use them at home. Furthermore, it is hoped that the Wanaasri community will be able to produce its own biopack, that it will be adopted by teachers at the Permata Bunda Early Childhood Education Center as a teaching aid in the learning process, and that it will eventually be commercialized.

Most read articles by the same author(s)