Optimalisasi kesejahteraan psikologis lansia Desa Sempulur melalui psikoedukasi berbasis refleksi diri dan interaksi sosial

Lansia kesejahteraan psikologis psikoedukasi refleksi diri interaksi sosial

Authors

Downloads

Peningkatan populasi lansia menuntut perhatian serius terhadap kesejahteraan psikologis, khususnya pada komunitas dengan keterbatasan dukungan sosial. Hasil observasi di Desa Sempulur menunjukkan bahwa banyak lansia hidup sendiri, memiliki aktivitas sosial terbatas, dan minim stimulasi psikologis. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui program psikoedukasi berbasis refleksi diri dan interaksi sosial. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan program, implementasi kegiatan, dan evaluasi. Program dilaksanakan dalam bentuk aktivitas kelompok partisipatif yang meliputi senam lansia sehat, refleksi pengalaman hidup (reminiscence), serta terapi seni (art therapy) untuk menstimulasi aspek penerimaan diri, otonomi, dan tujuan hidup. Sebanyak 15 lansia yang terdiri 1 laki-laki dan 14 perempuan mengikuti serangkaian program yang dievaluasi melalui pengisian survey tingkat kesejahteraan psikologis dan observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan partisipasi sosial lansia, munculnya keterlibatan aktif dalam kegiatan kelompok, serta meningkatnya ekspresi diri dan makna hidup yang dirasakan oleh peserta. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif berupa tersedianya wadah aktivitas psikososial yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat desa. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia berbasis komunitas.